MA'RIFATUDDIEN (MA'RIFAT ADDIEN) DIANTARANYA MEMILIKI CIRI POKOK:
A. MA'RIFATUL AQLI (INTI SARI AYAT-AYATNYA SBB:)
- Q.S. 39:18 :"Mendengar dengan akal"
- Q.S. 3:7 :"Pelajaran bagi orang-orang yang berpikir"
- Q.S.3 :190-191:"Tanda-tanda orang yang berakal"
- Q.S. 10:100:"Bahaya tidak menggunakan akal"-->Q.S.7:179
- Q.S. 61:14 :"Penolong agama Allah SWT"
B. HADITS RASULULLAH MUHAMMAD SAW YANG TERKAIT SBB:
- Awal mula seseorang beragama mengenal Allah dengan pasti (isbatul yaqin)
- manusia hewan yang berakal (al insaan hayawanun naatiq)
- Agama itu akal tidak berhak beragama bagi orang yang tidak menggunakan akal
- Lihatlah apa yang dibicarakan, jangan melihat siapa yang berbicara
- Akal (bahasa Arab:"Al-aqlu" artinya terikat; ikatan)
- Akal perpaduan unsur-unsur pikiran (cipta), perasaan (rasa), dan kemauan/iradah (karsa)
- Agama Allah (Ma'rifatuddien), berpijak pada dua landasan :kemerdekaan berpikir (huriyatul fikri); dan kemerdekaan berkehendak (huriyatul iradah)
- Beribadah berpijak pada dua hal : kesadaran akal kritis (ibadah ta'aquli) dan beribadah tidak menggunakan akal kritis (ibadah ta'abbudi)
- Hukum akal : wajib aqli (Q.S.84 :6); Mustahil aqli (Q.S.70:4); Jaiz aqli : Ya atau tidak (ragu-ragu) : Q.S. 2 :23; Q.S. 9:45-46





