Selasa, 24 Mei 2016

ANTARA KHAUF (TAKUT) DAN ROJA (HARAP) KEPADA ALLAH SWT

Allah Swt berfirman dalam AlQur'an : "Dan janganlah kamu membuat kerusakan  dimuka bumi (kecil dan besar), sesuadah Allah memperbaikinya (keimanan) dan berdo"alah  kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkal). Sesungguhnya rahmat Allah (nurun alaa nuurin) amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (ihsan)" (QS.7:56). 

Ayat ini mengingatkan kepada siapa saja yang telah memiliki qalbu yang didalamnya ada keimanan jangan dirusak oleh hawa nafsu diri (seperti pikiran picik, prasangka, sikap munafik, malas, sikap bodoh dan dungu, dan mementingkan ego diri, sikap semau gue dll) yang pada akibatnya merusak keimanan yang telah tertanam dalam qalbu diri. Kalau kita takut kehilangan Allh SWT mengapa bersikap (bodoh, dungu, munafik,fasiq, malas, tidak tahu berterimakasih, menjauhi guru, menjauhi majelis, menjauhi saudara seiman? Dst), takut kepada Allah harus terus mendekat kedalam diri hakiki, kalau tidak mampu mendekat kepada hambaNya yang lebih terang  bukan menjauh malah menyendiri tanpa penerang ? ini namanya kekonyolan diri yang dipelihara jika kelas ajal tiba pati tidak akan selamat memasuki pintu al maut, Wahai para jamaah, murid dan murod, ilmu cahaya ini bukan untuk menggelapi (dhzolim) tetapi untuk menerangi qalbu diri agar terang dan pasti melangkah menuju ilahi Rabbi, sehingga kita digolongkan hambanya yang berbuat baik (ihsan) karena senantiasa merwat dan menjaga "diri terang" untuk terus berjalan dalam kebenaran hakiki yang tidak terkontaminasi nafsu-nafsu diri yang rendah dan merendahkan martabat ihsan, mari sadar (eling) dan hati-hati (waspada) denganNya kita dapat merwat khauf dan Roja' dalam kesadaran yang ikhlas. 
By. (KdamarS)